Panduan
SEO 10 : Fakta Tentang
Zero Moment of Truth
Era digital membuat
informasi di internet menjadi acuan penting dalam kehidupan manusia modern.
Orang menggunakan informasi internet untuk mengetahui banyak hal, mulai dari kejadian
yang baru-baru ini terjadi, tren terbaru saat ini, hingga menentukan barang apa
yang harus dibeli.
Kami menyadari betul
adanya fenomena pengaruh besar informasi yang berada di internet. Kami juga
menemukan fenomena ini dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam hal yang
remeh-temeh sekalipun. Salah satunya adalah kejadian yang terjadi di kantor
kami beberapa waktu lalu.
Salah satu dari karyawati
kami baru saja kembali bekerja setelah cuti. Tidak banyak yang berubah dari
dia, kecuali wajahnya yang terlihat berbeda. Tentu saja ini menimbulkan
pertanyaan di kalangan karyawati yang lain, “Pakai krim wajah baru ? Merk apa ?”
Sambil tersipu, karyawati
tersebut menyebutkan sebuah merk kosmetik impor terkenal. Apa yang terjadi
selanjutnya? Jam makan siang hari itu
dihabiskan para karyawati kami untuk mencari tahu tentang produk kosmetik yang
dipakai oleh karyawati yang baru saja kembali dari cuti tersebut. Mereka
mencari tahu informasi tentang produk tersebut, tentang harganya, dan review
produk kecantikan tersebut.
Mereka juga mulai
membandingbandingkan dengan produk lain, sebelum akhirnya sebagian dari mereka memutuskan
untuk membeli produk yang dimaksud.
Fenomena ini jauh berbeda
dari apa yang terjadi di masa lalu. Di masa lalu, jika Anda mengetahui teman
Anda memakai produk tertentu, Anda akan mencari tahu informasinya dari dia,
kemudian datang ke konter atau toko yang menjual barang tersebut dan melakukan
“penelitian” dengan membaca brosur atau detail produknya, kemudian memutuskan
untuk membelinya.
Berikut ini adalah
gambaran proses yang terjadi saat orang melakukan pembelian di zaman dulu :
Keterangan :
Stimulus : mendapatkan informasi mengenai
sebuah produk atau layanan, bisa dari iklan, maupun rekomendasi orang lain.
First Moment of Truth : pergi ke toko dan
membuat keputusan untuk membeli atau tidak
Second Moment of Truth : menggunakan produknya
dan puas
Proses tersebut telah
banyak berubah saat ini, para konsumen tidak lagi hanya
mengalami apa yang disebut
sebagai first moment of truth dan second moment of truth seperti keterangan di
atas.
Di era modern ini,
konsumen juga mengenal yang dinamakan sebagai Zero Moment of Truth (ZMOT)
seperti pada bagan di bawah ini :
Keterangan :
Stimulus : orang mengetahui produk/layanan
dari iklan maupun dari rekomendasi
ZMOT : orang mencari tahu hal-hal seputar
produk/layanan tersebut dari internet
First Moment of Truth : melakukan keputusan
untuk membeli atau tidak
Second Moment of Truth: menggunakan produknya
dan puas
Pada skema tersebut, bisa
diketahui bahwa ZMOT adalah sebuah periode di mana calon konsumen menggunakan
internet untuk mencari tahu informasi yang akan menjadi dasar keputusan untuk
melakukan pembelian.
Tidak hanya sampai di
situ, konsumen yang akhirnya menggunakan produk atau layanan tersebut akan
memberikan feedback dalam bentuk review maupun sekedar status di media sosial
yang akhirnya bisa menjadi sumber ZMOT bagi calon konsumen lainnya yang mencari
informasi tentang produk tersebut.
Seberapa pentingkah ZMOT ?
Perhatikan fakta berikut mengenai seberapa banyak orang yang melakukan
pencarian info di internet sebelum membeli :
Dari data ini, dapat
dilihat bahwa 54% konsumen di Indonesia melakukan pencarian informasi di
internet sebelum memutuskan untuk membeli.
Dengan demikian jelaslah
bahwa jika produk atau layanan yang kita miliki tidak berada di internet, kita
akan kehilangan lebih dari separuh calon konsumen.
Cara yang paling mudah
untuk “berada di internet” adalah dengan memiliki website. Namun apakah memiliki
website saja sudah cukup? Jawabannya adalah TIDAK!
Mengapa? Memiliki website
tidak menjamin Anda memenangkan persaingan bisnis, karena pesaing-pesaing Anda
pun menggunakan cara yang sama. Jadi apa yang harus Anda lakukan?
a.
Perhatikan Konten Website Anda
“Dalam teknologi pencarian, ada dua hal yang penting: keterkaitan
(relevance) dan seberapa penting konten tersebut!”
Jadi bagaimana cara agar
konten Anda cemerlang di mata calon pelanggan dan baik untuk SEO ?
*Konten Anda harus
menarik dan meninggalkan kesan. Selain itu, Anda harus
membuat konten yang membuat pengunjung website Anda tertarik untuk menyampaikan
apa yang Anda tulis kepada orang lain lagi. Ini akan bagus untuk SEO dan
penjualan. Ingat! Tidak ada orang yang membagikan informasi yang membosankan.
Maka, hindari menampilakn konten yang membuat orang bosan.
*Konten Anda harus relevan alias
terkait dengan produk Anda, terkait dengan calon pelanggan Anda.
*Konten Anda harus
penting untuk diketahui. Selain itu, perhatikan juga apakah
konten tersebut membuat calon pelanggan Anda memiliki keputusan yang lebih
baik? Apakah menghibur? Apakah membuat pelanggan Anda membagikan informasi
tersebut kepada orang lain?
b.
Manfaatkan 5 Detik Pertama yang Sangat Berharga
“Pengunjung website
hanya punya waktu dekitar 5 detik untuk menentukan apakah mereka akan
meninggalkan website Anda atau tidak”
Lima detik pertama adalah
waktu yang krusial untuk menarik perhatian pengunjung website. Maka, pastikan
maksud atau fokus website Anda dapat diketahui oleh pengunjung website Anda
hanya dalam waktu lima detik pertama saja.
Jika dalam 5 detik,
pengunjung website tidak paham apa yang Anda tawarkan, besar kemungkinan mereka
akan meninggalkan website Anda.
Perhatikan contoh website
di bawah ini:
Apakah dalam 5 detik Anda
bisa mengetahui apa fokus dari website ini? Apa yang ditawarkan? Apakah Anda
tertarik untuk melakukan transaksi?
Bandingkan dengan contoh
website yang kedua ini :
Mana yang lebih mudah Anda
pahami isinya hanya dalam 5 detik saja? Apakah contoh website pertama atau yang
kedua?
Mari kita bandingkan. Dari
pemilihan nama website, Overseas Zone masih belum terlalu kuat karena orang
tidak langsung tahu apa yang ditawarkan. Kata overseas memang mengacu pada arti
“luar negeri”, tetapi berapa persen orang yang tahu artinya? Berapa yang paham
betul apa yang ditawarkan website ini?
Sedangkan di contoh
website nomor dua, nama domain kutukutubuku.com sudah menunjukkan bahwa website
ini berisi tentang buku. Selanjutnya, dari banner yang bertuliskan “Book
Festival” dan foto-foto sampul buku di bawahnya jelas menyatakan bahwa website
ini menjual buku.
“Semakin familiar kita dengan sesuatu, maka semakin mudah kita akan menyukainya.
Sesungguhnya ini hanyalah efek dari mudah atau tidaknya sesuatu dipahami”
(Zajonc, 1968)
Coba perhatikan dua contoh
website di bawah ini. Keduanya menjual dasi. Namun dengan pemilihan warna dan
juga tata letak dalam website tersebut, maka contoh website yang sebelah kiri
menjadi lebih mudah dipahami daripada contoh yang sebelah kanan.
Tentu saja desain website
yang sebelah kiri adalah yang kami rekomendasikan untuk website Anda. Terutama
jika Anda hanya punya waktu 5 detik untuk menarik perhatian calon konsumen
sebelum mereka memutuskan untuk meninggalkan website Anda karena bingung apa
sebenarnya yang Anda tawarkan (seperti pada contoh website di atas yang sebelah
kanan).
Mari kita lihat kembali
contoh website overseaszone.com. Ternyata, selain gagal memperkenalkan
layanannya dalam 5 detik pertama, website tersebut juga kurang jeli dalam memilih
kata-kata. Perhatikan bagian berikut :
Kolom pencarian ini muncul
di bagian atas website overseaszone.com.
Pengunjung website yang
masih belum paham sebenarnya apa yang ditawarkan oleh website ini akan
bertambah bingung karena tiba-tiba harus memilih kursus.
Kursus apaan sih
maksudnya?
Selain itu, kata-kata
“Pilih Kursus” di bagian kolom pencarian ini kurang mengena dan kurang
personal.
Bandingkan jika tulisannya
diganti dengan, “Ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri? Cari bidang
pendidikan Anda di sini!
Kesalahan lain yang ada
pada website tersebut ada di bagian ini :
Bagian ini juga muncul di
halaman pertama. Apa kesan Anda?
Bayangkan Anda adalah
pengunjung website yang masih belum tahu apa sebenarnya layanan website ini
(karena mereka tidak memberikan keterangan apapun mengenai layanan mereka di
bagian awal) lalu tiba-tiba Anda disodori layanan mereka dengan harga yang
fantastis, puluhan bahkan ratusan juta. Tanpa keterangan apapun mengenai apa
saja komponen dari biaya tersebut.
Apa yang akan Anda
lakukan? Sebagian besar dari Anda pasti akan langsung kabur tanpa membuang
banyak waktu.
Karena itulah, meskipun
website ini menggunakan sistem optimasi secara maksimal tetapi hanya mampu
menghasilkan sedikit konversi. Mengapa? Karena kesalahan yang dibuatnya dalam
hukum 5 detik pertama. Setelah lima detik pertama, sebagian besar pengunjung
website cenderung kabur dari website ini tanpa melakukan transaksi apapun.
c.
Hindari Jargon
Hindari jargon-jargon
karena bukan itu yang sebenarnya dicari konsumen. Konsumen mencari informasi
yang sesuai dengan kebutuhan mereka, bukan mencari layanan yang menggunakan
jargon yang kadang justru terlihat lebay.
Banyak orang berpikir
bahwa jika mereka menawarkan kerjasama B2B (business to business) mereka
sebaiknya menuliskan jargon yang spektakuler agar perusahaan lain yang akan
menjadi klien tertarik untuk bekerja sama. SALAH!
Manager atau pemilik usaha
sekalipun, adalah manusia juga. Semakin Anda menggunakan kata-kata yang
berlebihan, mereka justru semakin menjaga jarak dengan apa yang Anda tawarkan
d.
Beri Kemudahan untuk Membeli dari Anda
Perhatikan hal-hal berikut
ini untuk membuat pelanggan merasa bahwa melakukan transaksi di website Anda mudah
dan menyenangkan.
*Berikan informasi yang jelas kepada pelanggan Anda tentang apa yang harus mereka lakukan
selanjutnya. Selalu berikan petunjuk dalam setiap
halaman website Anda.
*Jangan berikan
terlalu banyak pilihan kepada pelanggan Anda. Sebuah pepatah
mengatakan bahwa semakin banyak pilihan maka akan semakin sulit pelanggan Anda
untuk menentukan pilihan. Jika Anda punya banyak jenis produk, buat filter mana
yang akan Anda jual dalam bulan ini, dan produk lain bisa ditawarkan di periode
selanjutnya.
*Jangan minta
calon pelanggan mengisi terlalu banyak kolom. Berikan pilihan sign-up
via Facebook atau media sosial lainnya. Jangan meminta calon pelanggan Anda
mengisi informasi yang tidak Anda perlukan.
*Jangan memaksa
pengunjung website Anda untuk melakukan pembelian. Anda boleh merayu mereka
melakukan pembelian, tapi jangan memaksa mereka.
*Tawarkan
layanan free shipping alias gratis ongkos kirim untuk menarik calon pelanggan
melakukan transaksi.
e.
Tingkatkan Kepercayaan Calon Pelanggan
Menurut Zig Ziglar,
seorang ahli pemasaran, ada 4 alasan seseorang tidak mau membeli dari Anda :
*tidak
butuh
*tidak
punya uang
*tidak
buru-buru harus membeli
*tidak
percaya
Alasan pertama, kedua, dan
ketiga adalah di luar kuasa Anda sebagai penyedia produk atau layanan. Tetapi
alasan ke-4 adalah sesuatu yang bisa kita temukan solusinya : bangun
kepercayaan pelanggan melalui website Anda!
Bagaimana cara membangun
kepercayaan pelanggan melalui website Anda ? Perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Tunjukkan bahwa perusahaan atau organisasi
Anda nyata, bukan abalabal. Cara paling mudah untuk melakukannya
adalah dengan menampilkan alamat kantor Anda. Bisa juga Anda lengkapi
keterangan pada organisasi bisnis mana Anda tergabung, misalnya Kadin.
2. Titik beratkan pada keunggulan perusahaan
Anda melalui konten dan layanan yang Anda tawarkan. Apakah Anda
memiliki staf ahli di tim Anda? Pihak mana saja yang pernah bekerja sama dengan
Anda? Adakah instansi pemerintah yang pernah bekerja sama atau menggunakan
produk Anda?
3. Tunjukkan bahwa tim Anda terdiri dari
orang-orang yang dapat dipercaya. Mintalah kepada staf Anda untuk
menuliskan nama perusahaan Anda di profil online mereka. Pastikan Anda juga
mengingatkan staf Anda untuk menjaga profesionalisme mereka baik di dalam
maupun luar kantor, termasuk juga di media sosial.
4. Berikan kemudahan untuk melakukan kontak
dengan Anda. Salah satu hal yang jelas bisa membangun kredibilitas
Anda adalah dengan memberikan kemudahan pelanggan untuk melakukan kontak dengan
Anda melalui telepon, alamat kantor, maupun alamat email.
5. Buat desain website profesional yang sesuai
dengan tujuan Anda. Perhatikan tata letak, tipografi, gambar-gambar,
dan konsistensi. Website yang tidak terlihat profesional akan membunuh
kepercayaan pelanggan.
6. Buat website yang mudah diakses dan
bermanfaat. Riset menunjukkan bahwa website yang mudah diakses dan
berguna memiliki level kredibilitas yang tinggi dan menarik lebih banyak calon
pelanggan.
7. Update website Anda secara berkala.
Tambahkan juga blog untuk melengkapi website usaha Anda. Tidak ada calon
pelanggan yang akan melakukan pembelian dari website yang tidak melakukan
update dalam waktu yang lama.
8. Hati-hati dengan konten promosi Anda.
Tidak ada orang yang suka konten promosi dalam bentuk popups dan banner
kelap-kelip. Orang akan mengasosiasikannya dengan website spam lalu
meninggalkan website Anda.
9. Hindari kesalahan dalam bentuk apapun dan
sekecil apapun. Kesalahan penulisan dan tautan yang tidak bisa
diakses (broken link) akan membuat website Anda kehilangan kredibilitas.
Panduan
SEO 11 : Antisipasi Penolakan
Sebenarnya setiap
penolakan dari calon pelanggan bisa kita antisipasi dan kita siapkan solusinya.
*Calon pelanggan
tidak tahu bagaimana produk Anda bisa membantu
mereka.
Solusi : berikan
penjelasan bagaimana produk Anda bisa membantu memecahkan masalah mereka.
*Mengapa pelanggan harus percaya
Anda?
Solusi: tunjukkan
pengalaman Anda, penghargaan yang pernah Anda raih, dan testimonial pelanggan
setia Anda
*Bagaimana jika produk Anda
tidak cocok untuk mereka?
Solusi: Berikan testimonial
dari pelanggan Anda yang memiliki berbagai latar belakang agar meyakinkan bahwa
produk Anda cocok untuk banyak orang.
*Harganya
terlalu mahal, ada banyak produk lain yang lebih murah.
Solusi: jelaskan harga
Anda, bandingkan dengan kompetitor Anda dan tunjukkan keunggulan produk Anda
sehingga harga yang Anda tawarkan adalah harga yang setara dengan keunggulan
produk Anda.



