Performa baik serta tampilan menarik
website Anda harus diimbangi dengan aspek keamanan yang mumpuni. Tidak hanya
sistem WordPress secara default saja yang harus aman, ada juga perilaku maupun
hal sederhana yang sebenarnya bisa Anda lakukan sendiri untuk menghindari
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Ikuti link atau klik tutorial optimasi WordPress satu per satu berikut :
Tutorial 1. Optimasi WordPress dengan Dasar Instalasi
Tutorial 2. Optimasi WordPress dengan Setting Keamanan WordPress
Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress
Tutorial 4. Optimasi WordPress dengan Optimasi Konversi Desain
Tutorial 5. Optimasi WordPress dengan Copywriting
Tutorial 6. Optimasi WordPress dengan Media Sosial
Tutorial 7. Optimasi WordPress dengan SEO
Berikut kami berikan tips lengkapnya untuk Anda.
27. Pastikan Versi WordPress Anda up to date. Update versi WordPress
terbaru diperlukan untuk mengatasi celah (bug system) versi sebelumnya. Anda
bisa melakukannya secara langsung melalui halaman dashboard WordPress ketika
terdapat versi terbaru.
28. Plugin WorpPress Anda Update (Menggunakan Versi Terbaru). Para pengembang plugin selalu berusaha untuk
menutup bug dan hacker selalu mencari celah. Selalu update plugin Anda ke versi
terbaru agar terhindar dari serangan hacker.
29. Pastikan Anda Menggunakan Versi Theme Terbaru. Tidak hanya plugin,
celah yang sama tentu akan dimanfaatkan oleh para hacker. Silakan cek
ketersediaan versi themeterbaru Anda melalui menu Appreance> Theme pada dashboard WordPress Anda.
30. Gunakan Theme, Plugin, dan Script dari Website Resmi. Hati-hati
saat Anda membeli theme, plugin, script berbayar ataupun download secara
gratis. Terlebih jika Anda menggunakan bajakan.
31. Pilih layanan Hosting Terpercaya. Pastikan Anda memilih layanan
hosting yang memiliki dukungan keamanan seperti fitur SSL, Anti Spam, bahkan
fitur keamanan server seperti BitNinja. Anda bisa mendapatkannya di
Niagahoster!
32. Mengubah Link Login Default WordPress. Anda dapat melakukan
perubahan menggunakan plugin Custom Login URL. Nantinya link login tidak
lagi menjadi wp-login, melainkan sesuai keinginan Anda.
33. Mengubah Username Default WordPress “Admin”. Ubah defaut username
untuk mengurangi resiko serangan brute
force oleh para hacker. Anda bisa melakukannya melalui menu dashboard
WordPress pada menu user. Setelah Create Username baru, logout dan hapus
username lama Anda.
34. Menggunakan Email untuk Login. Untuk menambah keamanan WordPress
Anda. Default username yang sudah Anda ubah bisa Anda set hanya dapat login
menggunakan email. Alasannya sama, untuk menghindari brute force. Email lebih
sulit ditebak oleh para hacker.
35. Mengubah Username dengan Plugin Username Changer. Selain manual
melalui admin, mengubah username bisa Anda lakukan dengan plugin Username Changer. Unduh sekarang
melalui wordpress.org > aktifkan > masuk dashboard admin Anda dan klik
pada plugin tersebut.
36. Gunakan Password yang Rumit. Pilih kombinasi angka, huruf, dan
bahkan tanda baca untuk menyusun password Anda. Jangan menggunakan informasi
pribadi seperti nama, tanggal lahir bahkan angka berurutan.
37. Biarpun rumit, tetap pastikan Anda dapat mengingat password yang Anda miliki.
38. Jangan Menggunakan Password Anda Sebelumnya. Buatlah password yang
belum pernah Anda aplikasikan di akses login manapun. Jangan pernah menggunakan
kembali password yang sama. Jika Anda tidak mengingatnya, simpanlah pada
aplikasi penyimpanan password seperti LastPass.
39. Update Website Anda Melalui Jaringan Terpercaya. Hati-hati terhadap
ancaman keamanan saat mendapatkan wifi gratis. Selalu update website Anda pada
jaringan terpercaya seperti di kantor Anda maupun di rumah. Selengkapnya lihat
.
40. Menggunakan Antivirus Jaringan Local. Bahaya malware dapat
mengintai Anda kapanpun. Cegah dengan selalu mengamankan perangkat yang Anda
gunakan dengan scanning antivirus rutin.
41. Menggunakan SSL di Halaman Login. Pasang SSL dan gunakan SSL di
website WordPress Anda.Pastikan SSL ini juga bekerja pada di halaman login
Anda.
42. Aktifkan Keamanan di WP Directory. Buatlah password di directory
WordPress Anda untuk mengamankan akses ke database utama website.
43. Membatasi Akses IP ke Admin WordPress Anda. Apabila Anda ingin
mengamankan WordPress Anda dari akses yang tidak diinginkan, maka salah satu
caranya adalah membuat batasan akses admin menggunakan .httaccess.
44. Melakukan Instalasi Firewall WordPress. Jangan lupakan keamanan
jaringan, pastikan firewall Anda aktif untuk memblokir akses yang tidak sah.
45. Hapus Plugin yang Tidak Digunakan. Jangan hanya menonaktifkan
plugin yang tidak perlu. Hapus plugin untuk menutup celah bagi para hacker meretas
website Anda. Selain itu, menghapus plugin yang tidak digunakan dapat
meringankan kerja WordPress Anda.
46. Mengaktifkan Limit Login di WordPress Anda. Batasi percobaan login
user ke admin area wordpress untuk megurangi resiko keamanan Anda. Plugin yang
dapat Anda gunakan ialah Login Lock Down yang langsung Anda download melalui
WordPress.org.
47. Otomatis Logout User. Menggunakan plugin Idle User Logout Anda dapat
menentukan kapan user logout secara otomatis. Apabila terdapat pengguna yang
offline atau tidak melakukan apapun selama selang waktu tertentu maka akun
otomatis logout.
48. Mengaktifkan Two-Factor Authentication. Melindungi akses login dari
pihak yang tidak bertanggung jawab tentu diperlukan. Gunakan plugin seperti Authy, OpenID, Duo Two-Factor
Authentication.
49.
Mengganti Default Tabel Prefix. Ubah
default tabel database Anda melalui PHPmyAdmin
di wp config, ubah seluruh default wp_ menjadi wp_12345a_ ataupun lainnya.
50.
Instal Plugin Wordfence. Anda
bisa menambahkan plugin keamanan ke WordPress Anda seperti Wordfence. Akses IP
yang berbahaya sekaligus scan malware bisa Anda lakukan dengan Wordfence.
51.
Disable PHP Error Reporting. Tampilan
eror di website WordPress Anda bisa mendatangkan masalah. Mengapa?Terkadang
pesan error ini menampilkan username
Anda. Karenanya, pesan error tidak perlu ditampilkan ketika Anda membangun
website.
52.
Rutin Scan Website Anda. Pastikan
website Anda terbebas dari malware dan virus, baik dari yang bersumber dari
WordPress Anda ataupun dari data yang masuk ke WordPress.
53. Kontrol Aktivitas Website WordPress. Aktifkan log untuk mencatat
setiap aktivitas di dashboard Anda. Jika terdapat aktivitas mencurigakan di
website maka Anda dapat langsung menghentikannya.
54. Menambahkan Captcha di Login WordPress. Mengaktifkan Captcha saat
login website Wordpress Anda merupkan salah satu cara untuk melindungi dari
serangan brute force. Percobaan login dengan script/bot spammer bisa Anda
minimalisir dengan cara tersebut. Anda pun dapat mengaktifkkannya menggunakan plugin
All in One WP Security.
55. Menyembunyikan Informasi Versi WordPress di Website. Versi
WordPress bisa menjadi celah bagi para hecker untuk menembus keamanan
WordPress. Celah pada versi WordPress tertentu bisa di manfaatkan oleh hecker
untuk masuk ke sistem Anda.
56. Disable User XML-RPC. Jika tidak akan menggunakan plugin yang
memerlukan XML-RPC, Anda tidak perlu mengaktifkannya. Hal ini dilakukan sebagai
langkah antisipasi script ataupun malware yang telah disisipkan oleh para
hecker melalui XML-RPC.
57. Batasi Akses User. Membatasi user berarti Anda membuat mereka tidak
dapat mengakses beberapa fungsi spesifik. Misalnya, user hanya dapat membuat
postingan saja. User tidak dapat melakukan setting lainnya pada WordPress. Hal
tersebut tentunya meminimalisir kemungkinan ancamanan keamanan Website Anda.
58. Backup Rutin Website WordPress Anda. Backup wajib Anda lakukan,
karena sewaktuwaktu website Anda tiba-tiba terserang malware atau data hilang
karena kesalahan teknis. Jika Anda memiliki backup, Anda masih memiliki salinan
file yang dibutuhkan sehingga dapat terus online. Anda ingin lebih aman ? Pastikan fitur auto
backup dan restore tersedia pada akun hostin Anda ! Tentu ini demi keselamatan
data Anda.
59. Disable PHP Execution. Nonaktifkan fungsi yang tidak digunakan
untuk meminimalisir serangan hacker. Lakukan disable file php yang tidak diperlukan seperti wp-content/uploads/ pada melalui cPanel Anda.
Ikuti link atau klik tutorial optimasi WordPress satu per satu berikut :
Tutorial 1. Optimasi WordPress dengan Dasar Instalasi
Tutorial 2. Optimasi WordPress dengan Setting Keamanan WordPress
Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress
Tutorial 4. Optimasi WordPress dengan Optimasi Konversi Desain
Tutorial 5. Optimasi WordPress dengan Copywriting
Tutorial 6. Optimasi WordPress dengan Media Sosial
Tutorial 7. Optimasi WordPress dengan SEO
Ikuti link atau klik tutorial optimasi WordPress satu per satu berikut :
Tutorial 1. Optimasi WordPress dengan Dasar Instalasi
Tutorial 2. Optimasi WordPress dengan Setting Keamanan WordPress
Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress
Tutorial 4. Optimasi WordPress dengan Optimasi Konversi Desain
Tutorial 5. Optimasi WordPress dengan Copywriting
Tutorial 6. Optimasi WordPress dengan Media Sosial
Tutorial 7. Optimasi WordPress dengan SEO







