Tahukah
Anda bahwa Amazon berpeluang kehilangan laba $ 1,6 milyar per tahun jika
website mereka lebih lambat dimuat selama 1 detik saja ?
Kecepatan adalah salah faktor utama
penunjang kesuksesan website WordPress Anda. Bahkan statistik menunjukkan bahwa
sebagian besar pengguna menunggu paling lama dua detik saja sebelum website ditampilkan. Jika lebih lama dari
itu, biasanya mereka akan segera beralih ke website lain.
Bayangkan, berapa kerugian Anda apabila
website Anda tampil sangat lambat?
Ikuti link atau klik tutorial optimasi WordPress satu per satu berikut :
Tutorial 1. Optimasi WordPress dengan Dasar Instalasi
Tutorial 2. Optimasi WordPress dengan Setting Keamanan WordPress
Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress
Tutorial 4. Optimasi WordPress dengan Optimasi Konversi Desain
Tutorial 5. Optimasi WordPress dengan Copywriting
Tutorial 6. Optimasi WordPress dengan Media Sosial
Tutorial 7. Optimasi WordPress dengan SEO
Inilah mengapa website Anda harus tampil dengan cepat. Namun kini Anda tidak perlu khawatir. Berikut ini kami memiliki deretan tips menarik yang bisa membuat website WordPress Anda tampil jauh lebih cepat.
60. Sudahkah Anda mulai melakukan tes kecepatan website Anda?
61. Waktu loading website adalah faktor
penting dalam User Experience. Anda dapat menggunakan Google PageSpeed Insights untuk mengetahui
insight serta rekomendasi paling tepat mengenai waktu loading website Anda.
62. Minimalkan Redirect. Meminimalisir penggunaan redirect dari satu
URL ke URL lain akan meningkatkan kecepatan loading website Anda.
63. Tentukan Ukuran Gambar. Tentukan besaran ukuran gambar yang pas,
dan kurangi resize menggunakan CSS. Compress gambar-gambar yang Anda miliki
dengan tools image compressor agar ukuran gambarnya lebih kecil.
64. Manfaatkan Cache Browser. Dengan memanfaatkan cache browser yang
berfungsi menyimpan temporary file website di browser Anda, halaman website
Anda dapat dimuat lebih cepat.
65. Defer Parsing Javascript. Lakukan DeferParsing Javascript untuk
menunda loading Javascript yang tidak terlalu penting. Fungsi utamanya adalah
memuat komponen halaman website utama agar dapat tampil terlebih dahulu.
66. Minify Javascript. Minify Javascript bertujuan untuk memadatkan
penulisan kode pada file Javascript website Anda, mengurangi ukuran file
Javascript, dan mempercepat proses download, parsing serta eksekusi file Anda.
67. Minify CSS. Minify CSS bertujuan untuk memadatkan penulisan kode
pada file CSS website Anda, mengurangi ukuran file CSS, dan mempercepat proses
download, parsing serta eksekusi file Anda.
68.
Minify HTML. Minify HTML bertujuan untuk memadatkan penulisan kode pada
file HTML website Anda, termasuk script inline Javascript & CSS. Dapat
mengurangi ukuran file HTMLserta mempercepat proses download, parsing dan
eksekusi file Anda.
69. Mengaktifkan Gzip Compression. Compress ukuran file yang berada di
dalam server untuk mempercepat proses transfer ke browser pengakses menggunakan
fitur pada cpanel yang Anda gunakan.
70. Tentukan Ukuran Gambar. Tentukan ukuran panjang dan lebar gambar
pada website Anda untuk mempercepat proses rendering gambar pada website.
71. Hindari Bad Request pada Website. “Bad request” biasanya
diakibatkan oleh broken link pada website Anda, ataupun adanya halaman yang
sudah dihapus. Gunakan fitur redirect untuk
mengarahkan halaman yang rusak ke halaman lain/pengganti.
72. Hilangkan Query String dari Sumber Static. Sebagian besar proxy
tidak dapat melakukan cache pada sumber yang menggunakan karakter “?” pada
penulisan URL yang biasanya terletak
pada penulisan versi script. Hilangkan query string ini agar proxy dapat melakukan
caching pada script website Anda & meringankan load website.
73. Inline CSS Kecil. Inline atau letakkan langsung dalam script
setting CSS yang hanya sedikit. Ini akan menghemat load file css external yang
diperlukan.
74. Inline Javascript Kecil. Inline atau letakkan langsung dalam script
pengaturan Javascript yang hanya sedikit. Ini akan menghemat load
fileJavascript eksternal yang diperlukan.
75. Minimize Ukuran Request. Usahakan cookies dan request headers
sekecil mungkin untuk memastikan request tersebut mampu ditampung dalam satu
paket request.
76. Optimasi Urutan Load Script. Optimasi urutan load script
stylesheet dan javascript anda untuk mempercepat waktu render halaman pada
browser.
77. Letakkan CSS pada Head Document. Pindahkan script CSSAnda di dalam
script <head> untuk mempercepat proses render.
78. Gunakan CSS Sprites.
Kombinasikan dan tampilkan gambar menggunakan CSS Sprites, sehingga hanya
dibutuhkan 1 buah file untuk menampilkan banyak gambar & icon.
79. Hindari Penggunaan CSS Import. Hindari penggunaan CSS @import,
Pemanggilan file CSS dengan cara import akan menambah delay loading halaman
website.
80. Gunakan Asynchronous
Script. Gunakan Resource Asynchronous agar resource tersebut tidak memblokir
load halaman website Anda.
81. Hindari Mendesain
Website yang Terlalu “Fancy”. Hindari penggunaan flash, gambar dan add on
tambahan lain yang berlebihan karena hal tersebut akan menambah beban load
halaman & membuat website Anda menjadi lebih lambat.
82. Gunakan CDN. Dengan menggunakan CDN (Content Delivery Network) Anda dapat membuat cache halaman
website yang diletakkan pada server CDN terdekat dengan pengakses dan
memungkinkan nya untuk mengambil data dari server CDN tanpa harus melakukan
download langsung dari server website asli Anda dengan lebih cepat.
83. Optimalkan Penggunaan Social Sharing. Jika Anda menggunakan
plugin/add on social sharing, gunakan media sosial yang benar-benar diperlukan
saja untuk mengurangi request ke media sosial yang tidak terlalu dibutuhkan.
84. Hindari Image Hotlinking. Image Hotlinking adalah mengambil gambar
dari URL website orang lain. Jika hal ini terjadi pada gambar di website Anda
maka resource dan bandwidth hosting Anda akan terpakai & mengakibatkan
website Anda menjadi lambat.
85. Batasi Request External dari Website Anda. Jika website Anda banyak
me-request konten dari sumber luar, maka hal tersebut akan mempengaruhi
kecepatan load website yang anda miliki karena website perlu melakukan
pengambilan data dari sumber luar terlebih dahulu baru kemudian ditampilkan.
86. Gunakan HTML File untuk Halaman yang Jarang Diperbarui. File HTML
memiliki ukuran yang relatif lebih ringan dari file PHP. Mengurangi penggunan
file PHP yang tidak perlu dan menggantinya dengan
file HTMLakan membuat website Anda lebih ringan.
87. Optimasi Database. Data dan tabel pada database yang tidak
terpakai, akan mempengaruhi penggunaan resource ketika website Anda melakukan
query database. Hapus tabel pada database yang sudah tidak digunakan untuk
meringankan query database Anda dan membuat load data lebih cepat.
88. Manfaatkan
fitur Optimize Website di cPanel. Fitur ini bisa digunakan langsung hanya dengan
sekali klik saja. Cara kerjanya, fitur ini akan melakukan kompresi dengan mengurangi
jumlah data maupun ukuran yang dikirim ke pengguna.
89. Antisipasi Spam. Spamming di kolom komentar website dapat
memperlambat proses loading karena traffic website Anda akan dipenuhi dengan
spam.
90. Hapus Widget dan Plugin yang tidak digunakan. Widget serta plugin
yang tidak digunakan berpeluang memenuhi ruang database. Segera hapus jika tidak
digunakan.
91. Hindari revisi berlebihan di setiap postingan artikel website.
Update memang baik. Akan tetapi, setiap edit postingan akan tersimpan dalam
database website Anda. Nah, ini berpeluang memperlambat proses loading.
Ikuti link atau klik tutorial optimasi WordPress satu per satu berikut :
Tutorial 1. Optimasi WordPress dengan Dasar Instalasi
Tutorial 2. Optimasi WordPress dengan Setting Keamanan WordPress
Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress
Tutorial 4. Optimasi WordPress dengan Optimasi Konversi Desain
Tutorial 5. Optimasi WordPress dengan Copywriting
Tutorial 6. Optimasi WordPress dengan Media Sosial
Tutorial 7. Optimasi WordPress dengan SEO
Ikuti link atau klik tutorial optimasi WordPress satu per satu berikut :
Tutorial 1. Optimasi WordPress dengan Dasar Instalasi
Tutorial 2. Optimasi WordPress dengan Setting Keamanan WordPress
Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress
Tutorial 4. Optimasi WordPress dengan Optimasi Konversi Desain
Tutorial 5. Optimasi WordPress dengan Copywriting
Tutorial 6. Optimasi WordPress dengan Media Sosial
Tutorial 7. Optimasi WordPress dengan SEO






