Panduan WordPress & WooCommerce

Blog yang berisi bagaimana cara membuat website WordPress, membuat toko online WooCommerce, Optimasi WordPress/WooCommerce, Cara Meroketkan Website, Facebook Ads, Bisnis, Mencari Uang di Internet

https://tinyurl.com/yd8evtw4
https://tinyurl.com/y8sn9hgu

Minggu, 18 Maret 2018

Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress




Tahukah Anda bahwa Amazon berpeluang kehilangan laba $ 1,6 milyar per tahun jika website mereka lebih lambat dimuat selama 1 detik saja ?

Kecepatan adalah salah faktor utama penunjang kesuksesan website WordPress Anda. Bahkan statistik menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna menunggu paling lama dua detik saja sebelum website ditampilkan. Jika lebih lama dari itu, biasanya mereka akan segera beralih ke website lain.

Bayangkan, berapa kerugian Anda apabila website Anda tampil sangat lambat?

Ikuti link atau klik tutorial optimasi WordPress satu per satu berikut

Tutorial 1. Optimasi WordPress dengan Dasar Instalasi

Tutorial 2. Optimasi WordPress dengan Setting Keamanan WordPress 

Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress

Tutorial 4. Optimasi WordPress dengan Optimasi Konversi Desain  

Tutorial 5. Optimasi WordPress dengan Copywriting 

Tutorial 6. Optimasi WordPress dengan Media Sosial 

Tutorial 7. Optimasi WordPress dengan SEO

Inilah mengapa website Anda harus tampil dengan cepat. Namun kini Anda tidak perlu khawatir. Berikut ini kami memiliki deretan tips menarik yang bisa membuat website WordPress Anda tampil jauh lebih cepat.

60. Sudahkah Anda mulai melakukan tes kecepatan website Anda?

61. Waktu loading website adalah faktor penting dalam User Experience. Anda dapat menggunakan Google PageSpeed Insights untuk mengetahui insight  serta rekomendasi paling tepat mengenai waktu loading website Anda.



62. Minimalkan Redirect. Meminimalisir penggunaan redirect dari satu URL ke URL lain akan meningkatkan kecepatan loading website Anda.

63. Tentukan Ukuran Gambar. Tentukan besaran ukuran gambar yang pas, dan kurangi resize menggunakan CSS. Compress gambar-gambar yang Anda miliki dengan tools image compressor agar ukuran gambarnya lebih kecil.

64. Manfaatkan Cache Browser. Dengan memanfaatkan cache browser yang berfungsi menyimpan temporary file website di browser Anda, halaman website Anda dapat dimuat lebih cepat.

65. Defer Parsing Javascript. Lakukan DeferParsing Javascript untuk menunda loading Javascript yang tidak terlalu penting. Fungsi utamanya adalah memuat komponen halaman website utama agar dapat tampil terlebih dahulu.



66. Minify Javascript. Minify Javascript bertujuan untuk memadatkan penulisan kode pada file Javascript website Anda, mengurangi ukuran file Javascript, dan mempercepat proses download, parsing serta eksekusi file Anda.

67. Minify CSS. Minify CSS bertujuan untuk memadatkan penulisan kode pada file CSS website Anda, mengurangi ukuran file CSS, dan mempercepat proses download, parsing serta eksekusi file Anda.

68. Minify HTML. Minify HTML bertujuan untuk memadatkan penulisan kode pada file HTML website Anda, termasuk script inline Javascript & CSS. Dapat mengurangi ukuran file HTMLserta mempercepat proses download, parsing dan eksekusi file Anda.

69. Mengaktifkan Gzip Compression. Compress ukuran file yang berada di dalam server untuk mempercepat proses transfer ke browser pengakses menggunakan fitur pada cpanel yang Anda gunakan.

70. Tentukan Ukuran Gambar. Tentukan ukuran panjang dan lebar gambar pada website Anda untuk mempercepat proses rendering gambar pada website.

71. Hindari Bad Request pada Website. “Bad request” biasanya diakibatkan oleh broken link pada website Anda, ataupun adanya halaman yang sudah dihapus. Gunakan fitur redirect untuk mengarahkan halaman yang rusak ke halaman lain/pengganti.



72. Hilangkan Query String dari Sumber Static. Sebagian besar proxy tidak dapat melakukan cache pada sumber yang menggunakan karakter “?” pada penulisan URL yang biasanya terletak pada penulisan versi script. Hilangkan query string ini agar proxy dapat melakukan caching pada script website Anda & meringankan load website.

73. Inline CSS Kecil. Inline atau letakkan langsung dalam script setting CSS yang hanya sedikit. Ini akan menghemat load file css external yang diperlukan.

74. Inline Javascript Kecil. Inline atau letakkan langsung dalam script pengaturan Javascript yang hanya sedikit. Ini akan menghemat load fileJavascript eksternal yang diperlukan.

75. Minimize Ukuran Request. Usahakan cookies dan request headers sekecil mungkin untuk memastikan request tersebut mampu ditampung dalam satu paket request.

76. Optimasi Urutan Load Script. Optimasi urutan load script stylesheet dan javascript anda untuk mempercepat waktu render halaman pada browser.

77. Letakkan CSS pada Head Document. Pindahkan script CSSAnda di dalam script <head> untuk mempercepat proses render.

78. Gunakan CSS Sprites. Kombinasikan dan tampilkan gambar menggunakan CSS Sprites, sehingga hanya dibutuhkan 1 buah file untuk menampilkan banyak gambar & icon.

79. Hindari Penggunaan CSS Import. Hindari penggunaan CSS @import, Pemanggilan file CSS dengan cara import akan menambah delay loading halaman website.

80. Gunakan Asynchronous Script. Gunakan Resource Asynchronous agar resource tersebut tidak memblokir load halaman website Anda.

81. Hindari Mendesain Website yang Terlalu “Fancy”. Hindari penggunaan flash, gambar dan add on tambahan lain yang berlebihan karena hal tersebut akan menambah beban load halaman & membuat website Anda menjadi lebih lambat.

82. Gunakan CDN. Dengan menggunakan CDN (Content Delivery Network) Anda dapat membuat cache halaman website yang diletakkan pada server CDN terdekat dengan pengakses dan memungkinkan nya untuk mengambil data dari server CDN tanpa harus melakukan download langsung dari server website asli Anda dengan lebih cepat.



83. Optimalkan Penggunaan Social Sharing. Jika Anda menggunakan plugin/add on social sharing, gunakan media sosial yang benar-benar diperlukan saja untuk mengurangi request ke media sosial yang tidak terlalu dibutuhkan.



84. Hindari Image Hotlinking. Image Hotlinking adalah mengambil gambar dari URL website orang lain. Jika hal ini terjadi pada gambar di website Anda maka resource dan bandwidth hosting Anda akan terpakai & mengakibatkan website Anda menjadi lambat.

85. Batasi Request External dari Website Anda. Jika website Anda banyak me-request konten dari sumber luar, maka hal tersebut akan mempengaruhi kecepatan load website yang anda miliki karena website perlu melakukan pengambilan data dari sumber luar terlebih dahulu baru kemudian ditampilkan.

86. Gunakan HTML File untuk Halaman yang Jarang Diperbarui. File HTML memiliki ukuran yang relatif lebih ringan dari file PHP. Mengurangi penggunan file PHP yang tidak perlu dan menggantinya dengan file HTMLakan membuat website Anda lebih ringan.

87. Optimasi Database. Data dan tabel pada database yang tidak terpakai, akan mempengaruhi penggunaan resource ketika website Anda melakukan query database. Hapus tabel pada database yang sudah tidak digunakan untuk meringankan query database Anda dan membuat load data lebih cepat.

88.  Manfaatkan fitur Optimize Website di cPanel. Fitur ini bisa digunakan langsung hanya dengan sekali klik saja. Cara kerjanya, fitur ini akan melakukan kompresi dengan mengurangi jumlah data maupun ukuran yang dikirim ke pengguna.

89. Antisipasi Spam. Spamming di kolom komentar website dapat memperlambat proses loading karena traffic website Anda akan dipenuhi dengan spam.

90. Hapus Widget dan Plugin yang tidak digunakan. Widget serta plugin yang tidak digunakan berpeluang memenuhi ruang database. Segera hapus jika tidak digunakan.

91. Hindari revisi berlebihan di setiap postingan artikel website. Update memang baik. Akan tetapi, setiap edit postingan akan tersimpan dalam database website Anda. Nah, ini berpeluang memperlambat proses loading.

Ikuti link atau klik tutorial optimasi WordPress satu per satu berikut

Tutorial 1. Optimasi WordPress dengan Dasar Instalasi

Tutorial 2. Optimasi WordPress dengan Setting Keamanan WordPress 

Tutorial 3. Optimasi WordPress dengan Setting Kecapatan WordPress

Tutorial 4. Optimasi WordPress dengan Optimasi Konversi Desain  

Tutorial 5. Optimasi WordPress dengan Copywriting 

Tutorial 6. Optimasi WordPress dengan Media Sosial 

Tutorial 7. Optimasi WordPress dengan SEO